Situs resmi Puri Agung Dharma Giri Utama

Mendak Daksina Ida Mpu Beradah dan Syukuran Pinisepuh Cetak Email
Ditulis oleh Gede Agus Kurniawan   

Mendak & Mendet

    
Tepat pukul 19. 30 Wita rombongan yang berjumlah 6 orang tiba di depan pintu gerbang Puri Agung Dharma Giri Utama, dimana mereka datang dari Pura Silayukti melakukan mendak daksina Ida Betara Mpu Beradah. Pinisepuh dan semua pengempon puri menyambut dengan ‘upacara’, selanjutnya Pretima di-‘linggihkan’ di Ruang Energy (hall) tempat acara selanjutnya akan berlangsung.
Suasana sakral terasa saat hampir seluruh pengempon “mendet”, bahkan Pinisepuh-pun berkenan “mendet”.

Hari Bersejarah bagi Puri Agung Dharma Giri Utama
    
Soma Paing, Purnama Kepitu 20 Desember 2010, sungguh ini merupakan hari bersejarah bagi Puri karena hari ini Puri Agung menyelenggarakan acara Mendak Daksina sekaligus Syukuran Pinisepuh di Puri Agung. Tidak kurang dari 100 orang pengempon, pemedek beserta keluarga menghadiri acara ini. Seusai sembahyang bersama, Jro Mangku Pasek Mukti Murwo Kuncoro dalam sambutannya menjelaskan, bahwa mendak daksina dilaksanakan karena salah satu pretima di Puri yakni Pretima Ida Betara Mpu Beradah posisinya berubah dari semula berdiri tegak menjadi miring. Oleh karenanya dipandang perlu oleh Puri dilakukan acara mendak daksina  agar Ida Betara berkenan kembali ‘melinggih’ di Puri Agung Dharma Giri Utama. Acara ini juga sebagai acara Syukuran Pinisepuh, bahwa Pinisepuh akan melakukan ‘Tapa Brata’ di suatu tempat yang belum diberitahukan, yang keberangkatannya sekitar Januari-awal Pebruari 2011.

Tapa Brata Selama 1 Tahun Saka & Amanah
    
Pinisepuh menyampaikan  beberapa Amanah dalam acara tersebut kepada semeton pengempon Puri Agung Dharma Giri Utama. Disampaikan pula bahwa keberangkatannya dalam Tapa Brata selama 1 tahun Saka (k.l. 16 bulan kalender masehi) ini adalah bermula dari kejadia-kejadian alam seperti : bencana tsunami, gunung meletus, banjir bandang dsb. yang akhir-akhir ini melanda persada nusantara tercinta ini. Kedepannya manusia-manusia di bumi ini akan terjadi eliminasi secara besar-besaran. Orang baik akan tetap bertahan hidup,  sedangkan sebaliknya orang yang tidak baik akan  tereliminasi. Ditambahkan pula oleh Pinisepuh, bahwa segala pusaka-pusaka dan pretima-pretima yang ada belum cukup untuk bisa mencegah bencana yang akan terjadi. Atas titah dari yang Kuasa, Pinisepuh harus melaksanakan Tapa Brata ini. Hanya dengan Tapa Brata, yaitu Pinisepuh melakukan Bhakti dan berdoa yang tiada hentinya selama setahun saka diharapkan dapat menyelamatkan alam kita ini. Kepada semeton Puri Pinisepuh mengharapkan agar terus berdoa, berbuat baik serta melaksanakan Catur Yoga demi keamanan dan keselamatan hidup kita bersama.


Raja adalah Pelayan Masyarakat yang Baik
    
Sehubungan dengan kegiatan Puri Agung Dharma Giri Utama, Pinisepuh menitipkan kesinambungannya  kepada semua pengempon, terutama dari segi pelayanan agar senantiasa bisa memberikan yang terbaik. Sebab semua pengempon telah diangkat menjadi “Raja”, yang artinya bahwasanya seorang Raja  yang baik haruslah melayani masyarakatnya dengan baik, bukannya minta dilayani.
Semua Pretima dan Pusaka yang ada di Puri bukanlah milik Puri, bukan pula dipunyai Pinisepuh ataupun Jro Mangku, akan tetapi semua itu “Hak Milik” dari Masyarakat. Kita tidak boleh “EGO” menganggap itu semua milik kita. Sehubungan dengan itu dijelaskan pula oleh Pinisepuh, agar semua pemedek dipersilahkan sembahyang menurut agama dan keyakinannya masing-masing. Jika pemedek datang bersama pemangku dipersilahklan di”puput” oleh pemangku yang bersangkutan. Kecuali Purnama dan Odalan persembahyangan dipimpin langsung oleh Jro Mangku dari Puri Agung.Dharma Giri Utama.

Syukuran & Paica dari Pinisepuh

Dalam suasana haru sekaligus bangga (karena Pinisepuh Puri Agung tercinta dipilih oleh Ida Betara untuk melakukan Tapa Brata), acara Sungkeman dilakukan sebagai perwujudan rasa bhakti dan cinta yang mendalam dari semeton kepada Pinisepuh. Acara ini berlangsung cukup lama karena hampir semua yang hadir termasuk anak-anak sungkeman dengan Pinisepuh. Selanjutnya “Paica” yang berupa Tumpeng Kuning dibagi-bagikan sendiri oleh Pinisepuh kepada semua hadirin, sebagai acara pamungkas pada malam itu. Tidak ketinggalan Pinisepuh didampingi Ketua I Puri – Agus Kurniawan menghibur semeton dengan Nyanyian-Organ Tunggal.

“Selamat Berjuang PINISEPUH… Kami Ngastitiang”.
 

Pengurus

Sample image Jro Mangku Panji
Pemangku
Sample image I Gusti Ngurah Suarnita
Ketua
Sample image I Gusti Ngurah Budi
Wakil Ketua
Sample image Kadek Ardi
Sekretaris 1
Sample image I Gede Sukadana
Sekretaris 2
Sample image I Wayan Sudiawan
Bendahara 1
Sample image I Gede Somada
Bendahara 2
Sample image Ni Komang Sumadi
Ketua Dharma Ayu

Hubungi kami

PURI AGUNG DHARMA GIRI UTAMA

Jl. Tegal Harum No 7 Biaung
Denpasar Timur- Bali 80237
Tel: 081558707862
Email:info@dharmagiriutama.org
Web: www.dharmagiriutama.org
 
PURA PUROHITA
Lembah Dusun Benyahe,
Desa Unggahan, Seririt,
Buleleng, Bali.
Jro Mangku Wana
0878-6012-7699
Posisi anda  : Home Berita Mendak Daksina Ida Mpu Beradah dan Syukuran Pinisepuh