Situs resmi Puri Agung Dharma Giri Utama

Ritual Imlek 2013 - Tahun Ular Air Cetak Email

Tanggal 4 Februari 2013, Hari Lap Chun

Hari Lap Chun tahun Imlek 4711 jatuh pada tanggal 4 Februari 2013 merupakan hari mulainya musim semi tetapi tahun baru Imlek dirayakan pada tanggal 10 Februari. Konon tradisi bangsa Cina pada setiap pergantian tahun dilakukan suatu ritual dengan mendirikan telur-telur yang baru ditetaskan oleh ayam. Apabila telur-telur yang baru menetas tersebut dapat berdiri maka suatu tahun dikatakan memiliki Lap Chun. Jadi Lap Chun ini tidak setiap tahun bisa terjadi. Kalau suatu tahun memiliki Lap Chun maka tahun tersebut dikatakan sebagai tahun yang penuh dengan chi alam semesta. Pada pemahaman chi yang melimpah, ada sifat dualisme kuat yang sedang memenuhi alam smesta dan dilambangkan oleh simbol Yin dan Yang. Kelimpahan dan keterpurukan sama kuatnya pada saat ada Lap Chun. Tetapi walaupun tanpa Lap Chun hal ini sudah terjadi dan merupakan sifat default dari alam semesta. Tetapi kalau ada Lap Chun, pencapaian akan sampai pada taraf batas tertinggi nasib langit. Tetapi bahyanya kehancuranpun bisa seburuk-buruknya.

Dalam perhitungan praktisi feng shui Asia, tahun ini adalah tahun Imlek yang memiliki Lap Chun. Pada hari Lap Chun adalah tabu atau pantang untuk melakukan bersih-bersih di dalam rumah maupun memotong rumput, memotong pepohonan dan menyapu di halaman serta membuang sampah. Hal bersih-bersih sebaiknya dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Alasan dari ini adalah pada saat hari Lap Chun chi yang mengunjungi bumi benar-benar sedang melimpah. Isi alam semesta sedang mendapat asupan chi yang baik dan sayang kalau diusir dari lingkungan rumah.

Pada hari Lap Chun sebaiknya semua jendela, pintu rumah dibuka lebar-lebar agar terjadi perputaran chi lama yang berada di dalam rumah dengan chi baru hari pertama musim semi. Lakukan penghormatan kepada Dewa Lokal ataupun Leluhur yang diyakini mampu membantu manusia dalam memberi berbagai restu dan melakukan persembahyangan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Mungkin orang-orang modern yang bekerja dengan otak kanan masih ada semacan penolakan dengan ritual-ritual seperti ini. Banyak orang kaya tidak melakukan hal-hal seperti ini, itulah yang saya pikir pada masa lalu dan mereka hidupnya hepi-hepi saja. Tetapi belakangan diketahui dan diungkap oleh Pinisepuh dalam suatu sastra yaitu ‘Ilmu Rejeki’ dan ‘Ilmu Karma’ bahwa kehidupan materi manusia memang diatur oleh Triniti Nasib: Nasib Bumi (Feng Shui), Nasib Manusia (Filsafat modern yang dikuasai manusia atau skill) dan Nasib Langit (Restu Tuhan). Ketiga konsep nasib tersebut tidak dapat dipisah-pisahkan sebab sistem alam semesta adalah merupakan suatu kosnsep Unity. Setiap ras manusia memiliki konsep keberuntungan lain yang dipercayainya. Ilmu modern kemudian membahas suatu konsep yang disebut ‘collective power’. Jadi yang dapat saya sarankan di sini, ras manapun yang mempercayai sesuatu yang baik secara kolektif maka akan menghasilkan sifat chi positif dan membawa berkah kepada manusia. Lap Chun dipercayai oleh Miliaran orang di dunia akan membawa suatu kebaikan jadi silahkan member dan praktisi feng shui bersikap bijak apakah membiarkan chi ini lewat begitu saja atau ikut mengundangnya ke dalam rumah. Mungkin saja orang kaya tersebut secara tidak sengaja aktif keberuntungannya dikarenakan tidak sengaja pada suatu hari di masa lalunya ikut dalam proses penyatuan dengan alam semesta karena adanya konsep ‘collective power’. Sifat dari Unity alam semesta. Who Knows?

Dalam praktek feng shui di seluruh dunia dimana dalam prakteknya sarat dengan simbolisme yang merupakan suatu keterkaitan dengan konsep keyakinan manusia sehari-hari. Dalam urusan restu atau nasib langit mengenai kelimpahan ada simbol-simbol dari sifat div atau sinar suci Tuhan yang disebut sebagai Dewa. Kata Dewa ini berasal dari sifat sinar atau Div atau Diva yang dilafalkan oleh orang Nusantara sebagai Dewa dan kalau feminim disebut sebagai Dewi.

Adalah Dewi Kwan Im di dunia yang terkenal dengan sebutan avalokitasvara dan mempunyai lebih dari 33 nama sebutan dari masing-masing belahan dunia. Beliau adalah Dewi Kasih Sayang. Kalau di Nusantara Beliau dikenal dengan sebutan Ratu Mas Magelung stana Beliau di Pura Besakih Bali yang tak lain juga adalah Dewi Danu kalau dipuja di pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Bali. Diceritakan oleh Suhu Gusti Agung Yudhistira bahwa salah satu Titisan Beliau di Nusantara adalah Dewi Indraswari yaitu istri dari Prabu Jayasabha saudara dari Prabu Jayabaya.

Mitologi yang paling terkenal dari Dewi Kwan Im yaitu adanya suatu pernyataan bahwa; Beliau tidak akan menjadi Buda kalau umat manusia belum mengalami kehidupan yang berbahagia dan mencapai kelimpahan. Dalam evolusi manusia dikatakan; tujuan manusia hidup adalah mencapai moksha yaitu hidup abadi dan dikenal sebagai Bodisatwa. Setelah mencapai Bodisatwa manusia harus meningkatkan evolusinya dan tingkatan berikutnya adalah menjadi Buda. Sedemikian besar pengorbanan Sang Dewi untuk umat manusia hingga menunda evolusinya untuk mencapai Sang Jiwa Agung.

Dewi Kwan Im banyak dipajang sebagai simbol kemakmuran. Simbol Dewi Kwan Im yang paling bagus yaitu Patung yang tangan kirinya memegang wo lou. Banyak keajaiban telah ditunjukkan kepada umat manusia yaitu patung Dewi Kwan Im pernah diberitakan menangis dan pernah diceritakan dari wo lou meneteskan air bening. Kalau air menetes dari wo lou adalah restu yang dianugrahkan Dewi Kwan Im kepada umat pemujanya di mana patung itu distanakan. Patung Dewi Kwan Im yang saya puja di Puri Agung Dharma Giri Utama dan sekarang distanakan di Purohita Pura, Desa Unggahan, Seririt, Bali, pada saat saya tulis ini, saya baru saja kembali dari Desa Unggahan saya mendapati air menetes dari wo lou. Ini bukan kali pertama dari wo lou Beliau meneteskan air bening. Saya berkeyakinan bahwa menjelang tahun baru Imlek, Beliau ingin memberi restu kepada umat yang memohon kepada Beliau.

Suhu kita yang bergelar abhiseka Bhatara Raja I Gusti Agung Yudhistira menjelaskan kepada saya mengenai tiga Dewa. Tiga Dewa yang tersebut adalah Fuk - Luk – Sau di mana keberadaanNya selalu berkeliling dunia untuk memberi restu kepada manusia yang rajin bekerja dan berdo’a serta dalam menebarkan restu tidak memandang keyakinan sang manusia. Kedatangannya di suatu wilayah dilayani oleh para Dewa Lokal.

Tiga Dewa ini dipajang berjejer yaitu, Dewa Fuk – di sebelah kiri menggendong anak adalah yang merestui keberuntungan keturunan yang baik dan merestui kebahagiaan. Dewa Luk di tengah-tengah membawa "Ru Yi" (tongkat komando) yangn merestui kemakmuran, kekayaan dan otoritas. Dewa Sau di tangannya memegang buah persik (buah keabadian) dan Wo Lou yang merestui manusia dengan umur panjang dan kesehatan. Di Bali disebut sebagai Sang Trikatna dan distanakan di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani.


Wealth God di Nusantara dikenal sebagai Dewa Bumi. Saya memujanya sebagai Dewa Uang dan memajangnya bersama-sama dengan bola dunia. Saya memuja Beliau jauh sebelum dipertemukan dengan Suhu. Saya menyebut Bhatara Raja sebagai Suhu sebab patung Dewa Bumi dimunculkan dari Alam Gaib. Setiap selesai berdo’a memohon berkah kekayaan, saya memutar bola dunia dengan maksud agar dimanapun saya berada selalu berkelimpahan dengan uang. Suhu mengatakan kepada saya bahwa Dewa Bumi juga selalu berkeliling dunia membawa pundi-pundi yang berisi emas untuk menemukan manusia-manusia yang rajin memohon restu kelimpahan. Beliau juga disambut oleh para Dewa dan Leluhur Lokal dalam menebarkan restu kemakmuran kepada umat manusia.


Laughing Budha atau Buda Tertawa atau Ratu Subandar adalah Dewa Kebahagiaan. Kalau uang yang dimohon dan membuat bahagia maka uanglah restunya. Kalau ingin tenang dan bahagia maka kebahagiaanlah restunya. Kebahagiaan mempunyai arti yang luas sehingga Buda Tertawa banyak dipajang oleh praktisi agar menginspirasi suatu kebahagiaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Saya mengunjungi toko di daerah Kuta, Bali. Toko tersebut kebanyakan menjual patung-patung Buda dalam berbagai ekspresi. Seorang ibu setengah baya, sang mpunya toko menceritakan bahwa ia sudah menjual patung Buda sepanjang hidupnya dan berkata; Buda telah menyelamatkan hidup keluarganya.



Kuan Kung sebenarnya lebih dikenal sebagai Dewa Perang akan tetapi kalau tidak berperang Beliau yang menjaga kekayaan manusia-manusia yang memujanya agar langgeng dan terus bertambah sesuai dengan usaha sang manusia. Dalam praktek feng shui Dewa Kuan Kung banyak dipajang sebagai simbol dari ketentraman dan perlindungan dari hal-hal yang berbau kejahatan dan kekerasan.

Lalu siapakah Dewa dari local genius yang memberi restu kemakmuran dan restu ekonomi? Saya bertanya kepada Suhu Gusti Agung Yudhistira. Beliau berkata bahwa manusia-manusia yang telah mencapai kesempurnaan dan mencapai hidup abadi atau moksha telah memiliki kemampuan mengatur alam dan termasuk menganugrahkan restu rejeki atau ekonomi. Tetapi secara khusus memang ada Dewata yang bekewenangan menganugrahkan restu ekonomi di Bali dan Jawa:

  1. Bhatari Rambut Sedana, sebelum Goa Raja ada pura Rambut Sedana, pura Besakih, Bali.
  2. Naga Basuki, Goa Raja, pura Besakih, Bali.
  3. Bhatari Dewayu Mas Melanting, di pura Melanting, Pulaki, Buleleng, Bali.
  4. Bhatari Ratu Niang Sakti, pura Grya Anyar Tanah Kilap, by pass Simpang Siur, Badung, Bali.
  5. Bhatara Dalem Balingkang adalah raja Jaya Kasunu, pura Dalem Balingkang, Bangli, Bali.
  6. Ibu Dewi Danu di pura Ulun Danu, Batur, Kintamani, Bali.
  7. Gusti Kanjeng Ratu Roro Kidul adalah putri dari Raja Pajajaran yang bernama Dewi Retno Cahya Suweda adalah Dewi Titisan dari Dewi Parwati. Beliau dikenal sebagai pantai Ratu Selatan, stana Beliau di pantai Parang Kusoma, Jogja, Jawa Tengah. Bedakan sebutan dengan Nyai Roro Kidul sebab dalam dunia gaib banyak yang memakai sebutan ini, demikian Suhu menjelaskan.
  8. Prabu Siliwangi yaitu Raja Pajajaran adalah Dewa Titisan Dewa Wisnu, berstana di pura Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Kewenangan Beliau seperti Ratu Niang Sakti dan Dewayu Mas Melanting yaitu memberi restu ekonomi dan usaha. Banyak manusia yang dipilih oleh Beliau sebagai abdinya agar keberadaan Beliau untuk manusia dapat dikenang kewenangannya.
  9. Ibu Dewi Tri Bhuwana Tungga Dewi adalah Raja Majapahit dengan gelar Brawijaya III. Beliau adalah yang mendapat anugrah sebagai Tangan Dewa yang menciptakan kemakmuran bagi masyarakat pada jamannya. Tidak jelas stana Beliau sekarang ini tetapi Patung Beliau muncul dengan sendirinya di Puri Agung Dharma Giri Utama dan sekarang distanakan di Purohita Pura, Desa Unggahan, Seririt, Buleleng, Bali.
  10. Hyang Sabdapalon adalah Dewa Sadasiwa. Dalam pewayangan Beliau adalah Semar. Hyang Sabdapalon adalah Dewanya para Dewa dibawahnya dan yang membawa semua restu atau kekuatan yang ada sehubungan dengan pengaturan alam semesta. Para Dewa yang lain mendapat kekuatan restu dari Hyang Sabdapalon. Patung Hyang Sabdapalon muncul degan sendirinya di kamar suci pribadi Suhu. Hyang Sabdapalon sekarang distanakan di Purohita Pura dan dimanifestasikan atau dipersonifikasikan sebagai Sang Hyang Purohita. Purohita di sini diartikan sebagai yang memberi pencerahan. Purohita Pura saya bangun atas petunjuk Beliau dan terletak di Desa Unggahan, Seririt, Buleleng, Bali.

Sebenarnya tradisi ritual untuk menyambut tahun baru Imlek dilakukan hampir dua minggu. Tetapi saya mengadaptasi hal-hal yang terpenting sesuai seperti yang saya lakukan di masa lalu hingga sekarang. Selebihnya adalah suatu ungkapan bahwa perayaan adalah simbolisasi perubahan chi lama ke chi baru. Disemarakkan dengan berbagai simbolisasi yang menggembirakan seperti warna merah, warna emas, rasa manis dan lain sebagainya.  Perayaan Imlek bukanlah hal yang panatik bagi saya pribadi tetapi melihat hikmah dari suatu perayaan dan konsep ‘collective power’ saja. Pesta dari perayaan pertanda kemakmuran dan kebahagiaan dan saya melakukannya bersama keluarga serta beberapa murid yang kebetulan ada di sekitar saya pada saat perayaan. Bagi Anda praktisi lokal silahkan menentukan sendiri cara-cara merayakannya. Bagi praktisi dan member dari kalangan tradisi, Anda telah mengerti tradisi dan budaya bangsa Cina. Pada tahun 2013 hal-hal terpenting dari perayaan tahun baru Imlek adalah:

Ritual Imlek 2013 baca di www.indofengshui.com

 

Pengurus

Sample image Jro Mangku Panji
Pemangku
Sample image I Gusti Ngurah Suarnita
Ketua
Sample image I Gusti Ngurah Budi
Wakil Ketua
Sample image Kadek Ardi
Sekretaris 1
Sample image I Gede Sukadana
Sekretaris 2
Sample image I Wayan Sudiawan
Bendahara 1
Sample image I Gede Somada
Bendahara 2
Sample image Ni Komang Sumadi
Ketua Dharma Ayu

Hubungi kami

PURI AGUNG DHARMA GIRI UTAMA

Jl. Tegal Harum No 7 Biaung
Denpasar Timur- Bali 80237
Tel: 081558707862
Email:info@dharmagiriutama.org
Web: www.dharmagiriutama.org
 
PURA PUROHITA
Lembah Dusun Benyahe,
Desa Unggahan, Seririt,
Buleleng, Bali.
Jro Mangku Wana
0878-6012-7699
Posisi anda  : Home Berita Ritual Imlek 2013 - Tahun Ular Air